orang asia bekerja
11Dec

Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai Akibat Posisi Duduk yang Salah

Salah satu penyebab risiko kesehatan yang kerap mengintai pekerja kantoran adalah posisi duduk yang salah. Mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk sembari menyelesaikan pekerjaan—apalagi berkutat dengan komputer—perlu benar-benar menjaga posturnya dengan benar.

Namun sebenarnya, seburuk apa risiko yang mengintai di balik posisi duduk yang salah dalam jangka panjang? Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang dimaksud menurut beberapa ahli dan studi.

Kelelahan

Keluhan ini sangat lazim dialami, tetapi masih yang belum banyak benar-benar menyadari alasannya. Posisi duduk yang salah akan membuat tubuh membutuhkan energi lebih banyak dalam mempertahankan posisinya. Hal ini akan mengurangi kapasitas pernapasan hingga 30 persen.  Tak heran pula jika banyak yang mengalami rasa kantuk ‘tiba-tiba’ setelah bekerja dengan posisi duduk salah selama beberapa saat.

Sakit Kepala dan Leher

Melihat ke bawah sepintas merupakan aktivitas yang tidak melelahkan dibandingkan mendongak. Namun nyatanya, membungkuk dan melihat ke bawah menimbulkan ketegangan pada otot-otot posterior leher. Otot yang menegang ini pun akhirnya membuat leher terasa kaku dan sakit kepala. Maka dari itu, peralatan furnitur kantor yang ergonomis justru memiliki desain yang membuat arah pandangan mata terhadap komputer sejajar alih-alih menurun.

Nyeri Punggung Kronis

Saat duduk, anggota tubuh bagian bawah cenderung lebih pasif dibandingkan bagian atas. Ditambah lagi jika posisinya salah dan terjadi dalam jangka waktu panjang yang berulang-ulang, nyeri punggung kronis pun tidak akan terhindarkan. Selain itu, risiko tulang belakang yang degeneratif juga akan muncul. Degenerasi tersebut lama kelamaan pun dapat menekan urat dan saraf tulang belakang sehingga menimbulkan berbagai keluhan dan gangguan kesehatan lainnya.

Sistem Pencernaan Terganggu

Bergerak adalah salah satu cara untuk menjaga ritme dan kesehatan metabolisme. Sayangnya, metabolisme dapat terganggu karena posisi duduk yang salah tanpa banyak disadari. Metabolisme yang tidak dalam kondisi ideal tersebut pun akan menimbulkan beberapa gejala yang tidak mengenakkan seperti konstipasi.

Risiko Gangguan Kardiovaskuler Meningkat

Sebuah studi menemukan bahwa duduk sepanjang hari dengan posisi yang buruk mampu meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskuler hingga 147 persen. Salah satunya adalah serangan jantung. Pasalnya, posisi yang membungkuk akan menekan bagian jantung sehingga pasokan oksigen pun menjadi terhambat.

Stres Meningkat

Selain urusan pekerjaan, posisi duduk saat menyelesaikan pekerjaan tersebut juga bisa jadi sumber stres lainnya. Sistem saraf yang terganggu akan memperburuk pernapasan sehingga menimbulkan stres. Sebaliknya, posisi duduk tegak dengan arah dada yang terbuka membuat bernapas jadi lebih gampang sekaligus meningkatkan sekresi hormon yang membuat lebih berenergi.

Selain enam hal di atas, posisi duduk yang salah juga memicu penumpukan lemak, risiko diabetes, berubahnya bentuk tulang belakang, dan masih banyak lainnya. Jika dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin komplikasi juga akan terjadi.

Cara Mengatasi Risiko Kesehatan Akibat Posisi Dudukposisi duduk yang salah

 

Cara sederhana untuk meminimalkan munculnya risiko tersebut adalah dengan menggunakan meja dan kursi kerja yang ergonomis. Perabot kerja yang menerapkan konsep ini akan mendukung kondisi kerja yang nyaman, aman, dan sehat. Memperhatikan hal ini akan memberi dampak besar baik bagi kesehatan mata, tubuh, maupun mental.

Menemukan mebel kantor yang ergonomis pun tidaklah susah. Namun, kualitas material dan keseluruhan produk juga perlu diperhatikan. Maka dari itu, pilihlah perabot kerja terbaik yang menawarkan fungsionalitas, estetika, dan kenyamanan seperti ragam produk VINOTI Office.

ABOUT THE AUTHOR

admin_vinoti
Creative & Brand Designer for Vinoti, an affiliation to Vivere